Uji validitas
Statistika

Tutorial Uji validitas

Sebelumnya saya udah bahas mengenai uji instrumen, uji validitas, dan reliabilitas, kali ini saya mau sharing mengenai tutorial uji validitas dan sekaligus uji reliabilitas.

Sebelum bahas lebih mendalam, saya kembali ingetin lagi ya..

Gini, setiap kita akan melakukan penelitian yang sifatnya kuantitatif, instrumen pengumpulan datana harus memiliki validitas dan reliabilitas data yang mumpuni, Guys! 

Nah, agar sebuah data valid dan reliabel, maka perlu dilakukan serangkaian uji dengan prosedur, teknik-teknik dan sofrware yang telah banyak dikembangkan oleh para ahli.

Oke, kita masuk ke pembahasan utama ya. Are you ready? Go! eh sebentar, udah baca artikel tentang uji validitas dan sebluk beluknya? Baca dulu gih! Biar makin paham..

Uji Validitas

Di sini perlu diketahui bahwa beberapa referensi mengemukakan bahwa ada beberapa teknik yang dapat dilakukan ketika menguji hipotesis, di dalam hal ini ada tiga teknik yang populer dan paling sering dilakukan peneliti, yakni:

  • Korelasi item total
  • Korelasi item-total dikoreksi, serta
  • Confirmatory Factor Analysis (CFA).

Di sini, saya hanya akan berbagi mengenai dua tutorial uji validitas dari tiga teknik yang telah saya sebutkan tadi, hal ini karena confirmatory Factor Analysis (CFA) cenderung jarang dilakukan terlebih lagi jika untuk jenjang S1.

Korelasi Item Total

Korelasi total item atau item-total correlation disebut juga sebagai correlations pearson product moment merupakan nilai korelasi antara skor butir dengan skor total skala. Korelasi skor yang didapat subjek pada butir nomor 24 dengan skor total yang didapat subjek pada skala tersebut merupakan nilai itemtotal correlation untuk butir nomor 24

Prinsipnya ialah korelasi, lebih spesifiknya korelasi menggunakan product moment pearson. Berarti ketika suatu butir berkorelasi dengan keseluruhan skor skala, maka dapat dikatakan butir tersebut mengukur hal yang selaras.

Tutorial Uji validitas Korelasi Total Item

Di sini saya akan membahas Tutorial Uji validitas Korelasi Total Item dengan menggunakan SPSS, perhatikan contoh soal berikut ini:

Seorang mahasiswa tingkat akhir bernama budi akan melakukan penelitian terhadap  97 subjek mengenai pengaruh kompetensi karyawan (KK), komitmen organisasi (KO), komitmen profesional (KP) terhadap produktivitas kerja (PK), terkait dengan penelitian tersebut Budi menggunakan 8 item pertanyaan dalam kuesioner untuk masing-masing variabel yang akan diukurnya. Adapun data yang telah dikumpulkan Budi, disajikan dalam Tabel berikut.

Keterangan: J (Jumlah)

Baca ini juga dong: Kupas tuntas intrumen penelitian

Langkah 1

Setelah data set-nya siap, selanjutnya kita SPSS-nya ya kawan-kawan. Kemudian pilih dulu variabel view  untuk setting penyajian datanya, di sini saya setting dengan cara gini aja.

Tutorial SPSS 1

Langkah 2

Setelah setting untuk variable view selesai, selanjutnya kita lanjutkan ke Data view. Di data view kita akan mulai memasukan data, caranya cukup copy-paste data set dari Ms. Excel (Gambar 1) ke Data View dalam SPSS. Oh iya, di sini Nomor respoden tidak perlu di copy-paste ya! Cukup copy-paste dari item pertama saja. Perhatikan gambar berikut.

Tutorial SPSS 2

Langkah 3

Setelah data tersaji seperti dalam Gambar di atas, langkah selanjutnya klik Analyze, pilih Correlate, selanjutnya pilih Bivariate sehingga muncul kotak dialog sebagai berikut.

Tutorial uji validitas

Langkah 4

Setelah muncul kotak dialog seperti itu, pindahkan item-item berdasarkan variabel dari kotak sebelah kiri ke kotak sebelah kanan (kotak variables).

Ketika memindahkan ini tidak langsung dipindahkan semua, tapi dipindahkan per variabel (misalnya: untuk uji validitas item-item dalam variabel pertama, peneliti harus memindahkan KK_1 sampai dengan Jumlah_KK), Simak Gambar berikut.

Tutorial SPSS 4

Langkah 5

Apabila variabel KK_1 sampai dengan Jumlah_KK telah dipindahkan ke kotak sebelah kanan (kotak variables), selanjutnya peneliti akan dminta untuk memilih koefisien korelasi yang digunakan, di sini SPSS akan memberikan tiga opsi pilihan, yaitu:

  • Pearson
  • Kendall’s tau-b
  • Spearman

Di sini saya menggunakan koefisien korelasi dari Pearson, sebab koefisien itulah yang lazim digunakan. Adapun Test of Significance yang saya pilih di sini adalah Two-Tailed.

Langkah 6

Apabila langkah itu telah dilakukan, selanjutnya klik OK sampai keluar Output.

***

Jika Outputnya telah muncul, selanjutnya ulangi langkah 3 sampai langkah 6 untuk item dari masing-masing variabel KO, KP, dan PK, dengan langkah kerja Klik Analyze pilih correlate, klik Bivariate sampai muncul kotak dialog seperti dalam langkah 3.

Sebelum memindahkan item-item untuk variabel selanjutnya, terlebih dahulu pindahkan dulu item-item variabel KK (KK_1 s.d Jumlah_KK) ke kotak sebelah kiri, jika itu sudah dilakukan, barulah pindahkan item-item variabel KO ke kotak kanan, kemudian diteruskan sebagaimana dalam langkah 4 sampai langkah 6.

Jika langkah 3 sampai langkah 6 sudah dilakukan untuk semua variabel, maka akan tampil output seperti di bawah ini.

Tutorial SPSS 5

Interpretasi Korelasi Item-total

Gambar di atas adalah output hasil uji validitas dengan teknik korelasi item total untuk item-item dalam variabel kompetensi karyawan (KK), validitas item KK_1 sampai KK_8 sendiri dapat dilihat dari kolom paling kanan (kolom jumlah KK) dan baris kedua atau baris Sig. (2-tailed), jika nilainya kurang dari 0,05 (< 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa item valid.

Sebaliknya, apabila nilai sig. (2-tailed) pada kolom paling kanan berada di atas 0,05 (> 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa itemnya tidak valid (invalid).

Output uji validitas secara lengkap dapat dilihat di bawah ini.

Kesimpulan Hasil Uji

  • Seluruh item untuk variabel KK dikatakan valid karena nilai signifikansinya lebih rendah dari 0,05 (< 0,05)
  • Adapun untuk interpretasi item variabel KO, KP, dan PK, silakan interpretasikan sendiri aja yah, wkwkwk

Korelasi Item-Total Dikoreksi

Corrected itemtotal correlation merupakan salah satu parameter yang bertujuan untuk melihat kesesuaian fungsi butir dengan fungsi keseluruhan skala. Semakin tinggi nilai korelasinya maka alat tersebut memiliki keselarasan atau konsistensi pada skala tersebut.

Uji validitas dengan corrected-item total correlation dilakukan dengan cara mengorelasikan masing-masing skor item dengan skor total dan melakukan korelasi terhadap nilai koefisien korelasi yang over estimasi.

Uji validitas dengan corrected item-total correlation ini biasanya dilakukan untuk item yang berjumlah sedikit, hal ini karena pada item yang jumlahnya banyak penggunaan korelasi bivariate efek overestimate yang dihasilkannya tidak terlalu besar.

Selanjutnya, kita akan coba uji dataset yang tersaji di atas dengan teknik corrected-item total correlation, ikuti langkah-langkah berikut ini.

Langkah 1

Setelah data tersaji dalam data view SPSS, selanjutnya klik Analyze, pilih Scale, kemudian pilih Reliability Analysis sehingga muncul kotak dialog sebagaimana tersaji di bawah ini.

Tutorial validitas 6

Langkah 2

Selanjutnya masukkan item-item dari masing-masing variabel ke kotak sebelah kanan (kotak items), ingat ya masukinnya per variabel dulu. Jangan langsung semua. Di sini saya akan melakukan uji validitas untuk item-item Kompetensi Karyawan (KK) terlebih dahulu, jika KK sudah selesai, baru saya lanjut untuk variabel KO, KP, dan PK.

Jadi gini, masukin dulu item-item untuk variabel KK_1 sampai KK_8 (langkah ini mirip dengan langkah 4 pada korelasi total item, bedanya pada korelasi item-total dikoreksi ini, peneliti tidak perlu memindahkan skor total masing-masing variabel yang dalam hal ini diberi nama Jumlah_KK, Jumlah_KO, Jumlah_KP, serta Jumlah_PK ke kotak sebelah kanan)

Langkah 3

Perlu diketahui bahwa uji validitas korelasi item-total dikoreksi ini akan sekaligus memberikan hasil uji reliabilitas, oleh karena itu di langkah 3 ini peneliti akan diperkenankan memilih teknik uji reliabilitas dengan cara klik model di bawah kotak sebelah kiri, di sana kawan-kawan akan menemukan lima pilihan, yaitu:

  • Alpha Cronbach’s
  • Split Half
  • Guttman
  • Parallel
  • Strict Parallel

Adapun yang teknik uji reliabilitas yang paling umum digunakan adalah dengan tenknik Alpha Cronbach’s

Langkah 4

Apabila langkah 3 telah dilakukan selanjutnya kawan-kawan harus meng-klik Statistics hingga muncull kotak dialog sebagaimana dalam gambar di bawah ini.

Selanjutnya silakan pilih Scale, Scale if item deleted, dan correlations, adapun sisanya biarkan saja.

Kemdian pilih continue dan klik OK, lalu tunggu sampai output-nya keluar.

tutorial SPSS validitas 7

Langkah 5

Jika langkah 4 sudah sukses dilakukan, maka selanjutnya akan muncul output uji validitas dengan teknik korelasi item-total dikoreksi sekaligus output hasil uji reliabilitasnya. Perhatikan Output-nya berikut ini.

Interpretasi Korelasi item-total dikoreksi

Hasil uji reliabilitas berdasarkan output di atas dapat dilihat dari tabel Reliability Statistics tepatnya dari kolom yang telah saya tandai dengan kotak warna merah yakni koefisien Alpha Cronbach’s, dalam hal ini koefisien alphanya sendiri mencapai angka 0,543.

Terkait dengan hal tersebut, Ghozali (2018) mengemukakan bahwa sebuah instrumen dikatakan reliabel apabila koefisein Alpha-nya berada di atas 0,70 (> 0,70), sebaliknya apabila koefisien alphanya < 0,70 artinya sebuah instrumen dikatakan kurang reliabel.

Adapun output untuk output validitasnya bisa dilihat dari tabel Item-Total Statistics, tepatnya kolom yang saya tandai warna merah, koefisien korelasi Item-Total Dikoreksi tersebut dapat dikatakan valid apabilai mencapai angka > 0,30, sebaliknya apabila koefisiennya lebih kecil dari 0,30 (< 30) maka instrumen tersebut dikatakan tidak valid.

Kesimpulan Hasil Uji

  • Koefisien korelasi item-total dikoreksi menunjukkan ada item-item yang memberikan nilai kurang dari 0,30, artinya item KK_1, KK_2, KK_3, KK_4, KK_6, KK_8 merupakan item yang tidak valid. Adapun item yang valid hanyalah KK_5, dan KK_7.
  • Koefisien Alpha Cronbach’s sebesar 0,543 atau lebih kecil dari 0,70. Artinya instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data memiliki reliabilitas yang kurang memadai.

Untuk Diingat

Hal pertama: Terkait dengan item yang tidak valid dalam ilustrasi ini, peneliti harusnya melakukan pengujian ulang dengan mengulangi langkah 1 sampai dengan selesai namun dengan tidak memasukkan item yang tidak valid, yaitu item KK_1, KK_2, KK_3, KK_4, KK_6, dan KK_8. Jika dalam pengujian kedua ini masih ditemukan item yang tidak valid, maka langkah ini akan terus diulangi sampai didapatkan item-item Kompetensi Karyawan (KK) yang valid saja.

Jika pengujian untuk item KK telah dilakukan berulang kali dan tidak ada satupun item untuk variabel Kompetensi Karyawan (KK) yang valid, artinya item-item untuk variabel KK memang tidak valid dan tidak bisa digunakan dalam penelitian

Hal kedua: Apabila hal pertama telah dilakukan, umumnya hal tersebut akan membuat koefisien alpha cronbach’s (hasil uji reliabilitas) meningkat.

Jika pengujian untuk variabel KK telah dirasa cukup dan telah didapatkan item-item yang valid saja, maka peneliti dapat melanjutkan langkah selanjutnya untuk menguji item-item variabel KO, KP, dan PK dengan melakukan langkah-langkah sebagaimana telah dijelaskan di atas.

Jangan lupa baca ini guys!: Tutorial Analisis Butir Soal Beserta Aplikasi Praktisnya

Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas data dapat dilakukan dengan melakukan langkah 1, 2, dan 3 dalam korelasi item-total dikoreksi (tanpa harus melakukan langkah 4), kemudian langsung klik OK untuk melihat output Reliability Statistics. Adapun untuk interpretasinya sama saja.

***

Demikianlah bahasan mengenai tutorial uji validitas dan reliabilitas.

Semoga bermanfaat ya!

Tonton video berikut untuk melihat tutorial ini secara visual.

 

You might also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *