statistika inferensial
Statistika

Statistika Inferensial

Jika pada postingan saya yang udah lamaaaaaa banget, saya pernah bahas mengenai pengertian statistik, statistika, dan juga statistika deskriptif, maka pada positngan kali ini saya akan bahas mengenai statistika inferensial.

Kenapa saya bahas statistika inferensial? karena pada dasarnya statistika inferensial ini merupakan bagian penting dalam penelitian kuantitatif, gitu kawan-kawan.

Tapi, sebelum ke sana, kita review sebentar mengenai statistik dan statistika ya kawan-kawan. Mana tahu di antara kawan-kawan ada yang masih lupa :v

Oke….

Statistik adalah salah satu  cabang dari Matematika yang berhubungan dengan pengumpulan, analisis, interpretasi, dan pengajian data numerik. Ada dua jenis statistik, yaitu

  • Statistika dekskriptif, dan
  • Statistika Inferensial

Nah, sekarang kita masuk ke pembahasan utama…

Pengertian Statistika Inferensial

Statistik inferensial adalah teknik analisis data yang digunakan untuk menentukan sejauh mana kesamaan antara hasil yang diperoleh dari suatu sampel dengan hasil yang akan didapat pada populasi secara keseluruhan.

Jadi statistik inferensial membantu peneliti untuk mencari tahu apakah hasil yang diperoleh dari suatu sampel dapat digeneralisasi pada populasi.

Statistik Inferensial Menurut Ahli

Terkait definisi dari statistik inferensial ini banyak sekali para ahli yang berpendapat mengenai pandangannya, berikut ini saya rangkum beberapa definisi dari para ahli yang bisa kawan-kawan kutip ya..

Statistik Inferensial Menurut Walpole

Merupakan semua metode yang berhubungan dengan analisis sebagaian data untuk peramalan atau penarikan kesimpulan mengenai keseluruhan gugus data induknya.

Statistika Inferensial Menurut Subana

Merupakan statistik yang berhubungan dengan penarikan kesimpulan yang bersifat umum dari data yang tela disusun dan diolah.

Statistika Inferensial Menurut Bartolucci & Scrucca

Inferensi statistik terutama berkaitan dengan memberikan beberapa kesimpulan tentang parameter yang menggambarkan distribusi variabel yang diminati dalam populasi tertentu berdasarkan sampel acak.

Statistika Inferensial Menurut Gautheir & Hawley

Inferensi statistik adalah proses menarik kesimpulan tentang populasi yang mendasari berdasarkan sampel atau subset data.


Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa Statistik inferensial adalah:

metode yang berhubungan dengan analisis data pada sampel untuk digunakan untuk penggeneralisasian pada populasi. Penggunaan statistic inferensial didasarkan pada peluang (probability) dan sampel yang dipilih secara acak (random).

Atau bisa juga disimpulkan sebagai berikut:

Statistika Inferensial adalah serangkaian teknik yang digunakan untuk mengkaji, menaksir dan mengambil kesimpulan berdasarkan data ynag diperoleh dari sampel untuk menggambarkan karakteristik atau ciri dari suatu populasi.

Statistika inferensial disebut juga statistik induktif atau statistik penarikan kesimpulan, hal itu karena kesimpulan dapat diambil setelah melakukan pengolahan serta penyajian data dari suatu sampel yang diambil dari suatu populasi.

Sehingga agar dapat memberikan cerminan yang mendekati sebenarnya dari suatu populasi, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam statistika inferensial.

Perbedaan Statistika Inferensial dengan Deskriptif

Perbedaan mencolok dalam statistik deskriptif dan statistika inferensial terletak pada peran dan kemampuannya, maksudnya sika statistik deskriptif mendeskripsikan data, maka statistik inferensial membantu peneliti membuat prediksi dari data.

Dalam statistik inferensial, data diambil dari sampel dan memungkinkan peneliti membuat generalisasi terhadappopulasi. Secara umum, inferensi memiliki arti “menebak”, artinya membuat kesimpulan tentang sesuatu.

Fungsi Statistika Inferensial

Statistika Inferensial atau induktif adalah statistik bertujuan menaksir secara umum suatu populasi dengan menggunakan hasil sampel, termasuk didalamnya teori penaksiran dan pengujian teori. Statistika Inferensial digunakan untuk melakukan:

  • Generalisasi dari sampel ke populasi.
  • Uji hipotesis

Jenis Statistika Inferensial

Secara umum statistika inferensial terbagi menjadi dua;

  • Statistik Parametrik, dan
  • Statistik non-Parametrik

Statistik Parametrik

Statistik Parametrik adalah bagian dari statistik inferensial yang mempertimbangkan nilai dari satu atau lebih paramater populasi dan digunakan untuk menguji hipotesis yang variabelnya terukur.

Statistik parametrik digunakan untuk menganalisis data interval dan rasio yang diambil dari populasi yang berdistribusi normal, serta mensyaratkan data harus berdistribusi normal, homogen, linear dan data random sampling.

Jenis Statistik Paramterik

  • Uji t (T-test)
  • Anova
  • Regresi
  • Korelasi
  • Analisis Jalur
  • dan lain-lain.

Statistik non-Parametrik

statistik non parametrik adalah tes yang modelnya tidak menetapkan syarat-syarat mengenai parameter-parameter populasi yang merupakan induk sampel penelitiannya.

Tes non parametrik tidak menuntut pengukuran sekuat yang dituntut tes statistik parametrik. Sebagian besar tes non parametrik dapat diterapkan untuk data dalam skala ukur ordinal dan beberapa yang lain dapat diterapkan untuk data dalam skala ukur nominal.

Jenis Statistik Paramterik

  • Uji Tanda (Sign Test)
  • Rank sum test (Wilcoxon)
  • Rank Correlation test
  • Fisher probability exact tes
  • Chi Square
  • dan lain-lain.

Hal yang harus diperhatikan

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam analisis statistik inferensial, yaitu: populasi, sampel dan teknik sampling, serta data.

Populasi

Populasi adalah kesuluruhan individu yang merupakan subjek penelitian yang dilakukan,

Misalnya: Seseorang akan melakukan penelitian tentang motivasi belajar siswa SMK di Jawa Barat, maka populasi dari penelitian tersebut adalah seluruh siswa SMK di wilayah Jawa Barat.

Di sini kita ketahui bahwa peneliti tersebut tidak akan mungkin dapat melakukan pengumpulan data tentang motivasi belajar seluruh siswa SMK di Jawa Barat, karena selain akan membutuhkan biaya dan waktu yang banyak, juga tidak akan efektif.

Nah terkait dengan kondisi demikian kemudian diambilah beberapa puluh atau ratus individu dengan teknik tertentu untuk dijadikan responden dalam penelitian. Selanjutnya, responden yang diambil dari populasi tersebut dinamakan sebagai sampel.

Di samping itu, peneliti juga senantiasa mengharapkan untuk mendapat sampel yang representatif dan mencerminkan ciri-ciri populasinya supaya kesimpulan yang akan diambil berdasarkan kondisi sampel akan sesuai dengan kondisi populasinya.

Di dalam hal ini, penarikan kesimpulan dalam penelitian dimaksudkan untuk menggeneralisasikan hasil analisis yang diperoleh pada suatu sampel kepada populasinya, dengan demikian kondisi yang tergambar dari stau sampel juga merupakan gambaran kondisi populasi.

CATATAN: Syarat utama agar dapat dilakukan generalisasi adalah dengan pengambilan sampel yang refresentatif dengan menggunakan teknik sampling yang sesuai. Adapun jika sampelnya tidak representatif, maka kesimpulan tidak dapat digeneralisasi dan hanya berlaku untuk sampel itu sendiri.

Sampling

Secara umum teknik sampling terbagi menjadi dua, yakni teknik sampling probability dan non-probability. Teknik sampling probability merupakan sebuah teknik yang memungkinkan semua anggota populasi memperoleh kesempatan yang sama untuk anggota samel penelitian.

Adapun teknik sampling non-probability merupakan sebuah teknik yang tidak berdasarkan peluang, sehingga tidak semua anggota pepulasi memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi anggota sampel penelitian.

Ada banyak sekali teknik-teknik sampling yang tergolong pada teknik sampling probability dan teknik sampling non-probability, nanti bakal saya jelasin dalam postingan selanjutnya. Pantau terusssss kawan-kawan, hahaha

Jenis Data

Sudah pasti jika data yang digunakan dalam statistik adalah data kuantitatif, atau data yang berupa angka-angka, oleh sebab itu jika datanya bersifat kualitatif maka tentu data tersebut harus dikuantifikasi terlebih dahulu.

Di dalam kontek penelitian kuantitatif, peneliti harus terlebih dahulu mengetahui jenis data yang digunakannya, sebagaimana telah saya sebutkan dalam postingan saya terdahulu mengenai penyebaran data.

Sekilah deh saya bahas ya..

Jadi data kuantitatif itu dibagi menjadi dua, yaitu data diskrit atau nominal, atau kategorik dengan data kontinum. Di sini, data diskrit merupakan sebuah data lambang atau simbol dari suatu kategori, adapun data kontinum merupakan data yang bervariasi dan diperoleh dari tingkatan pengukuran menggunakan instrumen tertentu.

Selanjutnya, data diskrit terbagi menjadi dua, yakni data nominal dan ordinal, adapun data kontinum terbagi menjadi data interval dan data rasio.

Estimasi Paramter dalam Statistika Inferensial

Dalam statistika inferensial kita akan melakukan penarikan kesimpulan tentang populasi berdasarkan kesimpulan terhadap sampel, oleh karena itu segala hal yang kita peroleh dari pengukuran sampel disebut sebagai data statistik. Sementara itu, segala perhitungan tentang kondisi populasi disebut sebagai parameter.

Misalnya: kita mmengetahui bahwa jumlah individu dalam populasi adalah 2000 orang, maka jika kita memperoleh suatu hasil  suatu perhitungan berupa mean, median, modus, standar deviasi, dan sebagainya dari semua individu sejumlah 2000 itu tanpa kecuali, maka data itu disebut sebagai mean parametrik, median parametrik, modus parametrik, standar deviasi parametrik.

Kendati demikian, tentunya akan sangat sulit sekali untuk mengetahui data parametrik tersebut, oleh karena itu statistika memberikan solusi dengan menyederhanakan pekerjaan tersebut karena dengan statistika dapat dilakukan estimasi atau penaksiran kondisi parameter

Adapun syarat yang harus dipenuhi dalam estimasi paramter ini, yaitu sampel diambil dengan teknik probabilitas, sehingga setiap elemen atau anggota populasi yang akan diestimasi nilai-nilai paramternya mempunyai peluang yang sama untuk dipilih sebagai elemen atau anggota sampel.

Penutup

Demikianlah pembahasan kali ini mengenai statistik inferensial, semoga bermanfaat ya!

Pantau terus positngan mengenai statistika, metodologi penelitian, dan postingan bermanfaa lainnya, di sini!

Bahan Bacaan
Nisfiannoor (2009) Pendekatan Statistika Modern untuk Ilmu Sosial.
Creswell (2008) Educational Researchs: Planning, Conducting, And Evaluating Quantitative and Qualitative Research
Rangkuti (2017) Statistika Inferensial untuk Psikologi dan Pendidikan
Furqon (2017) Statistika Terapan untuk Penelitian
sciencedirect.com/topics/neuroscience/statistical-inference

 

 

You might also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *