metode penelitian survey
Metodologi

Metode Survey dalam Penelitian

Sebenarnya saya agak wagu membahas mengenai metode survey ini, karena pembahasan kali ini mirip dengan pembahasan metode non-eksperimen sebagaimana telah dibahas dalam metode penelitian kuantitatif

Kenapa saya bilang pembahasannya mirip? lha memang mirip dari sananya, gimana sih. wkwk

Simak aja pembahasan ini sampai selesai biar tahu miripnya di mana ya.

Definisi Metode Survey Menurut Ahli

Fink (2003) mengemukakan bahwa survey adalah penelitian untuk mengumpulkan informasi dari atau tentang orang untuk menggambarkan, membandingkan, dan menjelaskan, pengetahuan, sikap, serta perilaku.

Ary, dkk (2010) Penelitian yang bertujuan menanyakan pertantaan tentang kepercayaan, pendapat, karakteristik, dan perilaku orang.

L. R. Gay, dkk (2011) Penelitian yang melibatkan pengumpulan data untuk menguji hipotesis atau untuk menjawab pertanyaan tentang pendapat orang tentang beberapa topik atau masalah.

Jika diamati berasarkan definisi para ahli tersebut, proses pngumpulan data dalam penelitian survey ini berbeda dengan metode eksperimen, di mana apabila dalam penelitian eksperimen peneliti cenderung menggunakan alat tes, sementara dalam metode survey kecenderungan peneliti untuk menggunakan Kuesioner Penelitian lebih besar.

Jika diamati dengan detail, sebenarnya definisi metode survey ini memiliki kemiripkan dengan definisi metode non-eksperimen yang pernah saya sampaikan sebelumnya.

Coba perhatikan definisi penelitian non-eksperimen dari Johnson & Christensen (2014), berikut.

Penelitian non-Eksperimen merupakan penelitian di mana variabel independen tidak dimanipulasi

Jika perhatikan, definisi dari penelitian non-eksperimen yang dikemukakan oleh Johnson & Christensen (2014) dengan definisi penelitian survey yang saya kemukakan di paragraf atas, cenderung memiliki kemiripan.

Hal tersebut pulalah yang tampaknya menjadi alasan beberapa referensi metodologi penelitian yang saya baca, menyebutkan bahwa penelitian non-eksperimen dan penelitian survey adalah hal yang sama.

Dengan asumsi bahwa penelitian non-eksperimen dan penelitian survey adalah penelitian yang sama, maka itu artinya jenis-jenis penelitian non eksperimen dan jenis-jenis penelitian survey pun merupakan dua hal sama. Silakan cek artikel saya yang berjudul Jenis Metode Penelitian Kuantitatif

Jenis-jenis Metode Survey

Di sini, saya tidak akan mengulangi pembahasan mengenai jenis-jenis penelitian, namun akan mencoba membuat sintesis dari berbagai referensi mengenai jenis-jenis metode survey.

Jadi boleh dikatakan bahwa pembahasan saya kali ini merupakan versi lebih spesifik yang melengkapi pembahasan dalam artikel sebelumnya.

Dengan asumsi bahwa penelitian non-eksperimen dan survey adalah sama, maka mengenai klasifikasi metode survey, saya merujuk pada pendapat W. Lawrance Neuman yang dalam bukunya mengatakan bahwa penelitian dari segi tujuannya terbagi menjadi 3 jenis penelitian, yaitu deskriptif, ekplanatori, dan eksploratori.

Baca juga: Contoh Penelitian Eksperimen

Penelitian Deskriptif

Penelitian deskriptif (descriptive research) merupakan penelitian yang bertujuan menggambarkan secara tepat sifat-sifat individu, keadaan, gejala, atau kelompok tertentu, atau untuk menentukan frekuensi atau penyebaran suatu gejala atau frekuensi adanya hubungan tertentu antara suatu gejala dan gejala lain dalam masyarakat.

Fokus dari penelitian ini bukanlah untuk mencari hubungan sebab-akibat, tetapi lebih kepada upaya menggambarkan variabel yang ada dalam situasi tertentu atau menggambarkan hubungan di antara variabel-variabel yang diteliti.

Langkah Penelitian Deskriptif

Dikutip dari Johnson dan Christensen (2017), secara umum penelitian deskriptif ini terdiri dari beberapa step, sebagai berikut.

  1. Memilih sampel secara acak dari populasi yang ditentukan.
  2. Menentukan karakteristik sampel
  3. Menyimpulkan karakteristik populasi berdasarkan sampel

Penelitian Eksplanatori

Apabila penelitian deskriptif hanya memberikan jawaban atas pertanyaan; apa, di mana, kapan, dan bagaimana. Maka penelitian Eksplanatori akan memberikan jawaban; mengapa suatu peristiwa terjadi.

Neuman (2012) menjelaskan bahwa penelitian eksplanatori merupakan penelitian yang bertujuan untuk memeriksa masalah atau fenomena.

Penelitian ini, akan menjelaskan hubungan antar-dua atau lebih variabel atau gejala. Pada beberapa referensi metodologi penelitian, penelitian eksplanatori ini disebut juga penelitian konfirmasi (confirmatory) atau verifikatif.

 Tipe Penelitian Eksplanatori

Sudah saya sampaikan, jika di sini saya akan mencoba membuat sintesis dari klasifikasi yang dibuat para ahli mengenai jenis-jenis penelitian non-eksperimen atau survey ini, berikut hasil sintesis yang saya buat dengan merujuk kepada beberapa referensi.

  1. Causal explanation, merupakan penjelasan tentang apa penyebab dari beberapa peristiwa atau fenomena.
  2. Structural explanation, merupakan penjelasan tentang apa peran abstrak atau universal, kode, atau hukum yang memberi keterangan yang memuaskan antara ciri-ciri sistem.
  3. Interpretative explanation, penelitian yang bertujuan untuk membantu pemahaman.
  4. Correlational research, penelitian ini disebut juga penelitian asosiasi, merupakan penelitian yang mempelajari apakah perubahan nilai dalam suatu variabel ada hubungannya dengan perubahan nilai dalam variabel lain.
  5. Causal research, merupakan penelitian yang bertujuan untuk meneliti hubungan sebab akibat antara dua variabel atau lebih. Di dalam tipe ini, peneliti ingin menjelaskan pengaruh perubahan variasi nilai dalam menjawab suatu variabel terhadap perubahan variasi nilai dalam satu atau lebih variabel lain.
  6. Penelitian prediksi, merupakan penelitian penjelasan dengan meramalkan suatu kemungkinan terjadi untuk masa yang akan datang berdasarkan informasi sekarang atau masa lalu. Penelitian ini mirip dengan penelitian sebab akibat, hanya saja peneliti melihat gejala yang terjadi pada masa lalu atau masa sekarang dan kemudian membuat prediksi masa depan berdasarkan gejala yang ada saat ini.
  7. Penelitian komparatif, penelitian yang membandingkan dua gejala atau lebih.

Penelitian Eksploratori

Merupakan penelitian yang dilakukan untuk mengeksplorasi sebuah topik. Biasanya penelitian ini dilakukan ketika seorang peneliti hendak meneliti topik baru atau subjek penelitiannya merupakan subjek yang baru.

Salah satu tujuan penelitian eksploratori ini adalah untuj merumuskan sebuah hipotesis yang lebih tepat bagi penelitian di masa depan.

Desain Penelitian Metode Survey

Sejauh ini, ada empat buku metodologi penelitian yang pernah saya baca dan di dalamnya menyebutkan bahwa desain penelitian dalam metode survey terdiri dari dua tipe desain, yaitu Longitudinal Survey Design & Cross-Sectional Survey Design (Matthews & Ross, 2010; Gay, L., R., dkk., 2011; Creswell, 2012;   Bryman, 2012).

Jika merujuk pada definisi desain penelitian yang dikemukakan McMillan & Schumacher (2010), bahwa;

Desain penelitian merupakan rencana dan struktur penyelidikan yang digunkana untuk memperoleh bukti-bukti empiris dalam menjawab penelitian.

Maka kedua desain penelitian metode suvey yang saya sebutkan di atas menjadi masuk akal, karena Longitudinal & Cross-Sectional sangat terkait erat dengan rencana proses penyeledikan untuk memperoleh bukti empiris.

Tipe desain dalam penelitian metode survey

Cross-Sectional Survey Design

Merupakan desain penelitian survey yang paling populer dan sering digunakan karena peneliti dapat mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam waktu yang relatif cepat.

Merupakan desain penelitian di mana peneliti hanya perlu mengumpulkan data pada satu titik waktu. Desain Cross-Sectional ini efektif untuk memberikan snapshot dari perlaku, sikap “saat ini” (ketika survey dilakukan).

Kendati demikian, harus diingat bahwa desain ini tidak efektif jika digunakan untuk meneliti sebuah trend atau perkembangan dari waktu ke waktu dari subjek yang diteliti.

Perhatikan ilustrasi berikut.

Ilustrasi desain Cross-sectional

Keterangan T1 (Time: waktu penelitian); Obs (observasi)

Berdasarkan ilustrasi di atas, tampak bahwa peneliti hanya melakukan satu kali penelitian pada setiap subjek penelitian dalam satu waktu. Tidak ada tindak lanjut dalam Tn/ waktu pengambilan data selanjutnya.

Longitudinal Survey Design

Selain desain Cross-Sectional, dalam metode survey juga dikenal dengan desain longitudinal, yaitu sebuah desain yang melibatkan pengumpulan data dalam periode waktu tertentu.

Desain survey ini bisa dilakukan untuk mengumpulkan data mengenai trend dengan populasi yang sama, perubahan dalam kelompk cohort, atau perubahan dalam kelompok panel dari individu yang sama dari waktu ke waktu.

Perhatikan ilustrasi berikut.

gambar longituinal survey design

Ilustrasi di atas menunjukkan bahwa pengambilan data dilakukan dalam periode waktu, yakni T1 (waktu kesatu) dan Tn (waktu terakhir pengambilan data).

Secara umum, desain longitudinal ini terbagi menjadi tiga jenis desain:

  • Trend Studies (penelitian terhadap subjek yang sama untuk meneliti perubahan yang terjadi pada subjek mengenai topik tertentu ).
  • Cohort study (peneliti mengidentifikasi subpopulasi bardasarkan beberapa karakteristik tertentu dan kemudian mempelajarinya dari waktu ke waktu,
  • Panel studi (desain survey di mana peneliti memeriksa orang yang sama dari waktu ke waktu)

Karakteristik Metode Survey

Gay, L., R., (2011) dan Creswell (2012)  mengemukakan bahwa karakteristik penelitian survey terdiri dari 4 aspek, yaitu: Sampling from a population, Collecting data through questionnaires or interviews, Construction or identification of survey instrument for data collection, dan High response rate.

Sampel diambil dari populasi

Penelitian dengan metode survey biasanya memilih dan mempelajari sampel dari suatu populasi, kemudian hasil penelitiannya nanti digeneralisasi dari sampel ke populasi.

Di dalam hal ini, Creswell (2012) menekankan agar peneliti memahami tiga istilah; populasi, target populasi, dan sampel penelitian. Lebih jelasnya lihat gambar berikut.

Populasi dalam penelitian survey

Pengumpulan data

Biasanya peneliti yang menggunakan metode survey akan menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data-data yang dibutuhkan dari responden, namun adakalanya dengan pertimbangan tertentu, peneliti melakukan wawancara terhadap subjek.

Jika pengumpulan datanya menggunakan kuesioner, peneliti dapat memberikan kuesioner secara langsung kepada subjek, atau bisa juga dengan menggunakan media teknologi, seperti google form, email, website dan media lain yang mendukung.

Bahkan saat ini, interview dalam penelitian survey pun ada yang dilakukan via telepon.

Merancang instrumen

Ini merupakan tahap paling penting sebelum dilakukannya pengumpulan data, yakni tahap merumuskan instumen. Pada tahap ini peneliti bisa menggunakan instrumen yang sudah ada atau memilih untuk mengembangkan instrumen sendiri.

Ketika menyusun instrumen, peneliti harus bisa memasttikan bahwa instrumennya itu dapat dimengerti oeleh subjek dan dapat mengukur apa yang seharusnya diukur (valid).

Bahan Bacaan
Ary, D. (2010). Introduction to Research in Education.
Bryman, A. (2012). Social Research Methods.
Creswell, J. W. (2012). Educational Research.
Fink, A. (2003). The survey handbook.
Gay, L., R., dkk (2011). Educational Research.
Johnson & Christensen. (2014). Educational Research.
McMillan, J.H. & Schumacher, S. (2010). Research in Education.
Neuman, L., R., (2010). Social Research Methods.
Matthews & Ross, (2010). Research Methods.

You might also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *