kuesioner penelitian
Metodologi

Kuesioner Penelitian

Pembahasan saya kali ini mengenai kuesioner penelitian, tidak akan terlalu panjang seperti biasanya. Akan saya buat singkat, namun lengkap dan diupayakan agar tersaji dengan bahasa yang sederhana dan penyampaian yang mudah dipahami.

Oke..

Di dalam metode penelitian survey dan umumnya penelitian kuantitatif (bahkan kualitatif), lazimnya peneliti akan mengumpulkan data melalui alat bantu yang biasanya disebut instrumen penelitian.

Di sisi lain, instrumen yang kerap digunakan dalam penelitian kuantitatif, biasanya antara alat tes dan kuesioner penelitian, meskipun ada beberapa yang menggunakan pedoman observasi dan wawancara.

Pada artikel kali ini, saya akan membahas mengenai kuesioner penelitian secara komprehensif, baik itu definisi,  jenis-jenis, dan tips-tips yang harus diperhatikan ketika menyusun kuesioner penelitian.

So, let’s start it…

Kusioner Penelitian Menurut Para Ahli

Menurut Singh (2006)

Kuesioner adalah formulir yang disiapkan peneliti untuk kemudian didistribusikan untuk tujuan mendapatkan tanggapan.

Menurut Sekaran & Bougie (2016)

A questionnaire is a preformulated written set of questions to which respondents record their answers, usually within rather closely defined alternatives.

Menurut Gay, L., R., dkk (2011)

Kuesioner adalah kumpulan pertanyaan tertulis untuk dijawab oleh responden penelitian yang telah ditentukan.

Menurut McMillan & Schumacher (2010)

A questionnaire is a written document containing prompts or questions that are used to obtain an individual’s perceptions, attitudes, beliefs, values, perspectives, and other traits.

Menurut Nurdin, I., & Hartati, S., (2019)

Angket (questionnairemerupakan daftar pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden, dapat didistribusikan melalui jasa pengiriman untuk diisi dan dikembalikan atau bisa juga diisi di bawah pengawasan peneliti.

Jenis Kuesioner Penelitian

Dilihat dari cara menjawabnya, angket terbagi menjadi dua bentuk, yaitu angket terbuka (opened questionnaire) dan angket tertutup (closed questionnaire).

Angket tertutup (Closed questionnaire),

Angket tertutup merupakan kuesioner di mana jawabannya sudah tersedia, dan responden hanya tinggal memilih.

Contoh Angket Tertutup

Item Pertanyaan: Apakah anda melaksanakan bisnis secara online?

Jawaban tersedia: Ya – Tidak

Angket terbuka (Opened questionnaire),

Angket terbuka merupakan angket yang memberikan kesempatan kepada responden untuk menjawab dengan kalimatnya sendiri.

Contoh Angket Terbuka

Item Pertanyaan: Apakah yang paling sering anda lakukan ketika tidak ada kegiatan?

Peneliti tidak menyediakan opsi jawaban.

Angket Kombinasi

Pada angket jenis ini, selain responden menjawab pertanyaan yang telah disediakan jawabannya oleh peneliti, responden juga diberi kesempatan untuk memberikan jawaban di luar jawaban yang tersedia.

Contoh Angket Kombinasi

Item Pertanyaan: Aktivitas yang paling sering saudara lakukan melalui gadget yang saudara miliki

Opsi Jawaban: Belajar – mencari informasi – menonton – ……………

Baca juga: Desain Penelitian Eksperimen

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan angket tertutup

  • Hasilnya mudah diolah
  • Responden tidak perlu mengekspresikan pikirannya
  • Tidak terlalu banyak memakan waktu
  • Kemungkinan diisi lebih tinggi

Kekurangan angket tertutup

  • Responden dipaksa memilih jawaban yang tersedia
  • Ada kemungkinan responden mengisi secara asal-asalan

Kelebihan angket terbuka

  • Berguna apabila peneliti kurang mengenal sampel
  • Memberikan kesempatan agar responden menjawab sesuai dengan apa yang dipikirkannya

Kekurangan angket terbuka

  • Cukup sulit dalam pengolahan datanya
  • Mengisinya cukup memakan waktu
  • Sulit memberikan penilaian terhadap jawaban responden

Karakteristik Kuesioner Penelitian yang Baik

  1. Surat pengantar kuesioner disusun dengan nada sopan danbersahabat.
  2. Kuesioner berisi arahan yang jelas dan lengkap.
  3. Item pertanyaan sangat jelas dan tidak ambigu.
  4. Terhindar dari kesalahan ketik dan kesalahan teknis lainnya.
  5. Item pertanyaan tidak memprovokasi dan tidak mengarahkan responden pada suatu jawaban.
  6. Tidak menggunakan kata atau kalimat yang susah dimengerti.

Tahap Perancangan Kuesioner Penelitian

  1. Mendefinisikan Tujuan Survey
  2. Menentukan Kelompok Survey
  3. Menulis Kuesioner
  4. Mengolah Kuesioner
  5. Menginterpretasi Hasil

Hal-hal yang harus diperhatikan

  1. Mulailah dengan pertanyaan yang mudah, sehingga responden tidak mengalami kesulitan di awal menjawab pertanyaan.
  2. Upayakan mulai dengan pertanyaan yang menarik perhatian.
  3. Pertanyaan diatur sedemikian rupa agar mudah dipahami oleh responden.
  4. Pertanyaan yang lebih sulit atau bersifat pribadi, sebaiknya ditempatkan di bagian akhir.
  5. Pertanyaan hendaknya meminta jawaban yang mendalam dan bermakna.
  6. Pertanyaan jangan menimbulkan rasa khawatir atau takut bagi responden.
  7. Jangan memasukan pertanyaan yang sudah jelas jawabannya.

Merumuskan Kuesioner Penelitian

Sebelum merumuskan pertanyaan, peneliti harus mempunyai gambaran yang jelas tentang masalah yang akan diselidiki, tujuan, sasaran, serta sifat data yang dibutuhkan.

Simak langkah-langkah berikut untuk merumuskan pertanyaan kuesioner yang bagus.

  1. Gunakan bahasa sederhana yang mudah dimengerti responden.
  2. Menggunakan kalimat yang singkat dan padat karena yang panjang akan mempersulit  responden untuk memahaminya.
  3. Jangan menganggap bahwa responden pasti memiliki pengetahuan dan kemampuan tertentu, tetapi menganggap responden belum mengetahui sesuatu.
  4. Dalam item pertanyaan, peneliti harus mengajukan semua alternatif yang telah ditentukan atau jangan sama sekali, agar tidak membingungkan.
  5. Lindungi harga diri responden.
  6. Jika ingin memperoleh tanggapan yang kurang menyenangkan (tanggapan buruk), maka ajukan dulu item pertanyaan yang sekiranya bernada menyenangkan.
  7. Pertimbangkan apakah jenis pertanyaannya bersifat langsung atau tidak.
  8. Tentukan jenis kuesioner yang digunakan (menggunakan kuesioner terbuka atau tertutup).
  9. Hindari pertanyaan yang tak jelas tafsirannya.
  10. Hinndari pertanyaan yang bias atau sugesti.
  11. Jangan membuat pertanyaan yang membuat responden merasa malu.
  12. Pikirkan apakah pertanyaan yang diajukan bersifat priibadi atau tidak.
  13. Setiap pertanyaan hanya satu buah pikiran.

Contoh Format Kuesioner Penelitian

Note: Apabila contoh kuesioner di atas ini tidak muncul, lakukan reload atau refresh ulang halaman ini.

Bahan Bacaan
Singh, Y., K. (2006). Fundamental of Research Methodology and Statistics.
McMillan, J.H. & Schumacher, S. (2010). Research in Education.
Nurdin, I., & Hartati, S., (2019). Metodologi Penelitian Sosial.
Johnson & Christensen. (2016). Educational Research.
Gay, L., R., dkk. (2011). Educational Research.
Sekaran & Bougie. (2016). Reserach Methods for Business.

You might also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *