Tutorial Analisis Deskriptif
Statistika

Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif pada dasarnya memaparkan secara numerik ukuran distribusi frekuensi, tendensi sentral, dan dispersi (ukuran penyebaran data).

Distribusi untuk mengukur distribusi suatu data, adapun tendensi sentral mengukur pemusatan data dengan cara mengukur mean, median, dan modus.

Di sisi lain, dispersi akan mengukur suatau penyebaran data dengan ukuran yang lazim digunakan adalah standar deviasi atau bahkan dilengkapi dengan varian dan standar error mean (varian dan standar error mean sebenarnya opsional).

Secara umum, analisis deskriptif melalui software SPSS hanya dengan cara klik Analyze > Descriptive Statistic > (silakan klik jenis analisis yang mau dilakukan: frequencies, descriptive, atau explore).

Pada artikel kali ini, saya akan share tutorial bagaimana cara melakukan analisis deskriptif dengan ukuran-ukuran yang telah saya sebutkan tadi melalui Sotware SPSS dengan kasus-kasus yang kompleks dan rumit.

Saya yakin jika sudah terbiasa dengan kasus kompleks, maka kawan pembaca akan semakin mudah mengerjakan kasus yang lebih mudah, hehe

CATATAN: SPSS mengkategorikan analisis deskriptif dalam 5 kategori; frequencies, descriptive, explore, crosstab, dan ratio. Keempat dari lima analisis tersebut, akan saya bahas sampai tuntas di sini. Simak ya!

Contoh Kasus Analisis Deskriptif

Di dalam upaya peningkatan kualitas kompetensi guru, sebuah sekolah SMK di Tasikmalaya melakukan audit untuk kepada guru-guru yang bertugas di sana. Adapun data hasil audit tersebut disajikan pada Gambar 1 sebagai berikut.

Data-data tersebut akan di entry ke dalam SPSS dengan lankah sebagai berikut.

Langkah Pertama

  • Masukan variabel: Nama, umur, gender, kepangkatan, jabatan, masa_kerja, pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial pada kolom Name di Tab Sheet (variable view.
  • Jika diperlukan berilah label untuk masing-masing variabel dengan menuliskannya pada kolom label (di sini saya hanya memberi label untuk umur, jenis kelamin, dan masa kerja)
  • Untuk variabel gender, kepangkatan, dan jabatan, pada kolom values didefinisikan: Value 1 = laki-laki, 2 = perempuan, values untuk kepangkatan dan jabatan bisa dillihat pada Gambar di atas di kolom 7 dan 9.
  • Variabel nama (baris pertama) pada kolom type lakukan pengubahan tipe menjadi string.
  • Kolom decimal dibuat menjadi bernilai 0
  • Kolom lainnya dibiarkan saja (tetap default SPSS)
  • Simpan dulu File-nya.

Jika langkah pertama sudah dilakukan, maka penampakan pada SPSS, akan seperti Gambar 2.

Langkah Kedua

  • Klik tab sheet (data view) dan entry data mentah (Gambar 1) ke dalam Data View SPSS (yang di copy-paste dari Gambar 1, hanya data-data dalam kolom yang berwarna putih). Hasilnya tampak seperti dalam Gambar 3.

  • Untuk melihat hasil definisi value pada variabel Gender, kepangkatan, dan jabatan, klik view dan pilih values label, maka secara otomatis value akan terdefinisi, seperti tampak dalam Gambar 4.

Selanjutnya untuk menjumlahkan total nilai kompetensi Guru (Pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial) dilakukan langkah-langkah berikut.

  • Klik menut Transform > compute, akan muncul kotak dialog; compute variable
  • Buatlah variabel baru dengan nama total untuk menempatkan hasil penjumlahan nilai pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial, dengan cara: Tuliskan total pada form target variable. Klik type & Label, lalu beri label Nilai Total.

recode into variabel analisis deskriptif

  • Ketik pedagogik+kepribadian+profesional+sosial (sesuai nama variabel dan perintah penjumlahan) pada form numeric expression.

langakah analisis deskriptif

  • Klik OK, selanjutnya pada Data View akan muncul variabel baru dengan nama Total (lihat Gambar berikut)

langkah analisis deskriptif 6

Frequencies dalam Analisis Deskriptif

Perintah frequencies dalam statistika deskriptif digunakan untuk memperoleh jumlah pada nilai-nilai sbuah variabel tunggal. Langkah-langkahnya terdiri dari:

  • Klik menu Analyze > descriptive statistics > frequencies
  • Muncul kotak dialog frequenciesklik variabel yang ingin dibuat frekuensinya.
  • Masukan variabel yang hendak dianalisis ke form variables (di sini saya hanya menggunakan variabel gender saja).
  • Jangan lupa ceklis display frequencies tables.
  • Apabila kawan pembaca ingin menyajikan hasil analisis dalam sebuah chart, histogram, atau sejenisnya, silakan klik chart, maka akan muncul kotak dialog Frequencies: chart.
  • Silakan pilih chart yang diinginkan (di sini saya tidak memasukkan chart), klik continue.
  • Klik OK.
  • Perhatikan gambar .

langkah 7 analisis deskriptif

  • Jika langkah tadi sudah dilakukan maka akan muncul jendela SPSS viewer yang menujukkan hasil perintah frequencies. Lihat gambar berikut.

Output frequencies

Paham ya? hehe

Membuat Distribusi Frekuensi Berkelompok

Untuk membuat distribusi frekuensi dengan kelas data, dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

Langkah Pertama

  • Tentukan jumlah kelas dengan menggunakan rumus Struges [K = 1 + 3,3 log.n]
  • Karena jumlah data (N) berjumlah 16, maka jumlah kelasnya adalah 1 + 3,3 log.16, hasilnya adalah 4,96 dibulatkan menjadi 5.
  • Kemudian menghitung rentang data dengan mengurangi data terbesar oleh data terkecil,, kemudian dibagi panjang kelas, sehingga 25 – 2 = 23, lalu 23 dibagi 5, hasilnya 4, 6 (dibulatkan menjadi 5).
  • Berdasarkan hasil perhitungan langkah sebelumnya dapat disimpulkan bahwa data akan dibuat menjadi 5 kelas dengan rentang datanya juga 5.

Langkah kedua

  • Klik Transform > recode > into different variables. Pilihan different variables ini bertujuan membuat variabel baru sebagai hasil recode tersebut.
  • Apabila telah keluar kotak dialog recode into different variable, selanjutnya pilih variabel yang ingin di recode (dalam ilustrasi ini adlah variabel masa_kerja) lalu pindahkan ke form numeric variable, sehingga muncul gambar berikut.

recode into different

  • Selanjutnya isi form output variabel di sebelah kanan, tulis nama kolom untuk output hasil recode (di sini pakai nama Kat_MasKer yang merupakan akronim Kategori Masa Kerja. Lalu jangan lupa isi labelnya, labelnya juga saya menggunakan nama Kategori Masa Kerja.
  • Klik change
  • Selanjutnya pilih dan klik Old and New Valuesmaka akan muncul Gambar sebagai berikut.

kelas interval di SPSS

  • Setelah muncul kotak dialog recode into different variable: Old and New Values, selanjutnya silakan buat kelas interval dengan mengisi range di sebelah kiri dan values di kanan atas.

CATATAN: Values ini sebagai penanda kelas interval ke-1, 2, dan seterusnya.

  •  Klik continue, lalu kolom dalam Tab sheet (data view) akan bertambah: Kat_MasKer (paling kanan). Sehingga tampilannya jadi seperti ini.

hasil recode into different vaariabel

Selanjutnya klik variable view, lalu isi kolom values untuk Kat_MasKer dengan kode; 1 untuk kategori 2 s.d 6 tahun, 2 untuk kategori 7 s.d 11 tahun, dan seterusnya. Perhatikan gambar berikut.

membuat label vaues

  • Jika langkah tersebut sudah selesai, klik OK, maka tampilan pada Data View akan berubah seperti berikut.

langkah 13 analisis deskriptif

  • Lalu mulai untuk lakukan perintah Frequencies, dengan langkah klik Analyze > Descriptive Statistics > Frequencies, lalu masukan variabel Kat_MasKer ke dalam form Variable(s) di sebelah kanan.
  • Jika langkah ini sudah dilakukan maka hasilnya akan tampak seperti berikut.

output kelas interval

Sampai sini paham ya? hehe

Descriptive

Kita lanjutkan dengan perintah descriptive masih dengan data sebelumnya, langkah-langkahnya sebagai berikut.

  • Klik Analyze > descriptive statistics > Descriptives
  • Muncul kotak dialog descriptives, silakan masukan variabel yang akan dianalisis ke form variable(s), untuk melakukan setting optional, silakan klik Option. Perhatikan Gambar.

langkah analisis deskriptif

  • Setelah klik option, akan muncul kotak dialog Descriptives: options. Lalu ceklis analisis yang diperlukan, dalam hal ini saya hanya menceklis Mean, Std. deviation, variance, range, minimum, maximum, dan S. E. mean.
  • Klik continue, lalu klik OK, maka akan muncul jendela SPSS viewer yang menunjukkan hasil analisis seperti gambar berikut.

Output Deskriptif

Crosstab dalam Analisis Deskriptif

Analisis crosstab adalah suatu metode analisis berbentuk tabel, dimana menampilkan tabulasi silang atau tabel kontingensi yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengetahui apakah ada korelasi atau hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain.

Singkatnya, analisis crosstab (tabulasi silang) merupakan metode untuk mentabulasikan beberapa variabel yang berbeda ke dalam suatu matriks. Tabel yang dianalisis di sini adalah hubungan antara variabel dalam baris dengan variabel dalam kolom.

Di sini, saya mencoba lakukan analisis crosstab antara Gender dengan total nilai, langkah-langkahnya sebagai berikut.

  • Klik Analyze > Descriptive Statistics > Crosstab.
  • Masukan Gender pada form row(s) dan Total nilai pada form column(s) (bisa juga dibalik, sesuai keebutuhan saja).
  • Klik, OK. Lalu akan muncul jendela SPSS viewer yang menunjukkan hasil analisis seperti gambar berikut

Crosstab dalam Analisis Deskriptif

Explore dalam Analisis Deskriptif

Ini perintah untuk analisis deskriptif yang terakhir yaa..

Perintah explore ini digunakan untuk membandingkan antara dua atau lebih kelompok dengan satu variabel. Misalnya saya menggunakan Gender (laki-laki dan perempuan) dengan variabel lain misalnya nilai kompetensi pedagogik.

Maka, jika saya menjalankan perintah ini dengan membandingkan dua variabel tersebut, salah satu hasil pengukuran yang saya dapat adalah mean untuk nilai kompetensi pedagogik antara guru laki-laki dan guru perempuan.

Adapun hasil pengukuran dengan perintah explore akan menghasilkan data; tendensi sentral (mean, median) dan ukuran penyebaran data atau dispersi (range, interquartile  range, standar deviasi, varians, minimum, maximum), ukuran kurtosis serta skewness.

Berikut langkah-langkah perintah explore.

  • Klik menu Analyze > descriptive statistics > explore
  • Setelah itu akan muncul kotak dialog explore
  • Pindahkan variabel Pedagogik (atau variabel lain yang akan dianalisis) ke form dependent list.
  • Pindahkan variabel  Gender (atau variabel lain yang akan dianalisis) ke form factor list.
  • Form display ada tiga pilihan; booth (output akan disajikan dalam tabel statistik dan plots), statistics (output hanya disajikan dalam tabel statistik), dan plots (output akan disajikan dalam boxplot).

Explore dalam Analisis Deskriptif

  • Klik OK. Lalu hasilnya akan tampak sebagai gambar berikut.

output explore

Demikianlah analisis deskriptif dengan menggunakan SPSS, mudah-mudahan bermanfaat ya. 🙂

Di dalam sebuah penelitian, semua perintah yang saya tulis di sini tidak perlu dilakukan semua, tergantung kepada pengukuran yang dibutuhkan kawan-kawan pembaca saja.

Saya sengaja mencantumkan ilustrasi yang kompleks agar pembahasan lebih komprehensif saja. Semoga pembahasan saya mengenai pengertian statistika dan pembahasan-pembahasan yang lain bisa dipahami ya.

Terima kasih atas atensinya!

UPDATE: Berikut ini saya tampilkan video tutorial mengenai analisis deskriptif supaya lebih mudah dan prkaktis. Simak ya, jangan lupa subscribe!

You might also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *